Mengenal Wiji Thukul; akar rumput yang Tak Pernah Mati
Mengenal Wiji Thukul; Akar Rumput yang Tak Pernah Mati Melawan lewat karya sastra, itulah yang dilakukan oleh Wiji Thukul sebelum dilaporkan hilang tahun 1998. Mungkin kamu pernah melihat kisah pengasingannya lewat film “istirahatlah kata-kata”. Namun jauh sebelum kejadian dalam film itu, kehidupan Wiji Thukul adalah kehidupan akar rumput yang sesungguhnya. Ia lahir dan dibesarkan di keluarga miskin di kota Solo, aktif mengajak para buruh memperjuangkan haknya, juga berani bersuara lewat puisi untuk ‘menyentil’ penguasa diktator pada masa Orde Baru. Buku-buku puisinya baru terbit setelah ia hilang: “Aku Ingin Jadi Peluru” (2000) dan “Nyanyian Akar Rumput” (2003). Hingga kini Wiji Thukul belum kembali ke pelukan keluarganya. Mari kita membaca karya-karya Wiji Thukul untuk melawan lupa! Wiji Widodo adalah nama asli Wiji Thukul. Lahir di kampong Sorogenen, Solo pada 26 Agustus 1963. Ia menamatkan SMP pada tahun 1979, lalu masuk Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMK) Jur...